Selama masa kuliah, setiap individu masing-masing mempunyai dosen favorit. Dan saya ketika masih menempuh pendidikan d3 fisioterapi dulu, Pak Riyanto yang mengajar matakuliah fisioterapi neuromuskular tepi adalah salah satu favorit saya. pak riyanto pernah mendeskripsikan perjalanan karir mahasiswa selama kuliah dalam segitiga siku-siku. Berikut penjelasannya

Setiap usaha akan dimulai dari titik “C”. Terserah langkah selanjutnya akan melewati jalan yang mana untuk mencapai titik “A”. Mungkin akan melewati jalur “b” atau akan melewati jalur “a” dan “c” dengan pemberhentian di titik “B”.
Jalur “a” adalah sisi dengan berbentuk jalur lurus tanpa ada sedikit pun hambatan yang berarti. Secara disadari atau tidak rintangan yang diperkirakan sebelumnya tidak ada, akan muncul saat berada pada titik “B”. Sedangkan untuk mencapai titik “A” yang merupakan tujuan akhir harus melewati sisi jalur “c” yang tegak lurus 90 derajat. Dan diperlukan waktu yang lama untuk mencapai titik “A” karena kurangnya persiapan untuk menempuh sisi jalur “c” disebabkan berbeda keadaan dengan sisi jalur “a” sebelumnya yang hanya berupa sisi dengan jalur lurus. jalur "a+c" ini merupakan jalur yang paling sering dilewati seseorang setiap berusaha. santai, merupakan pengibaratan untuk jalur sisi "a". hampir semua orang memulai usaha dengan santai dan tidak berharap ada hambatan. namun, saat terbentur dengan suatu masalah yang berbanding terbalik dengan keadaan sebelumnya. maka akan kebingungan
Sisi jalur “b” adalah sisi dengan kemiringan kurang lebih 30 derajat. Jika kemiringan tersebut disamakan dengan kesulitan yang akan dihadapi. Maka jalur sisi “b” merupakan jalur sisi yang rintangan dan kesulitan jelas-jelas ada. Setiap kesulitan yang di dapat merupakan bekal untuk menghadapi “kemiringan sisi” yang selanjutnya. Jalur “b” terkesan jalur yang susah dan lama untuk dijalankan. Tapi pada faktanya. Jalur “b” adalah jalur dengan efesiensi waktu yang paling efektif untuk mencapai titik “A”.
SUMBER:
Ceramah seorang dosen di sela-sela perkuliahan dan diakhiri oleh beliau dengan pertanyaan, “terserah kalian mau milih sisi yang mana?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar